Hasil Panen Naik Hingga 18 Persen, Petani Apresiasi Program Pendampingan ELSAL

Avatar admin

Dari 1,1 Ton ke 1,3 Ton: Cerita Petani Jalur Pipa di Kabupaten Tuban

 

Program pendampingan pertanian yang dilaksanakan ELSAL Indonesia di wilayah jalur pipa menunjukkan perkembangan positif pada musim tanam terakhir. Melalui monitoring lapangan, pelatihan teknis pertanian, serta edukasi keselamatan jalur pipa, sejumlah petani mulai merasakan peningkatan produktivitas sekaligus perubahan praktik budidaya yang lebih berkelanjutan.

Di titik KP 49+800, Bapak Saedi, salah satu petani dampingan, mencatat kenaikan hasil panen dari 1,1 ton menjadi 1,3 ton pada lahan sekitar 1.500 mยฒ. Ia menyebut penerapan pemupukan semi organik sebagai salah satu faktor yang membantu pertumbuhan tanaman.

โ€œAlhamdulillah, hasil panen kali ini meningkat. Pupuk semi organik yang kami terapkan cukup membantu pertumbuhan tanaman. Selain itu, bantuan rubuha juga terasa manfaatnya karena hama tikus di area crown berkurang,โ€ ujarnya.

Rubuha (rumah burung hantu) dimanfaatkan sebagai metode pengendalian hama secara alami. Pendekatan ini membantu menekan populasi tikus tanpa menambah ketergantungan pada bahan kimia.

Sementara itu, di KP 47+300, Bapak Suyanto yang menanam padi varietas Inpari 32 (ยฑ90 HST) menyampaikan bahwa pelatihan yang diikuti mendorongnya mencoba pupuk organik dan pestisida nabati.

โ€œSetelah ikut pelatihan, saya mulai menggunakan pupuk organik dan pestisida nabati. Tanaman terlihat lebih subur dan penggunaan pupuk kimia bisa dikurangi,โ€ ungkapnya.


Integrasi Produktivitas dan Keselamatan

Selain peningkatan kapasitas teknis budidaya, Yayasan ELSAL Indonesia melalui Tim Susur secara rutin memberikan edukasi Do & Donโ€™t keselamatan kerja di jalur pipa. Edukasi ini bertujuan memastikan aktivitas pertanian tetap memperhatikan aspek keamanan operasional, khususnya di area crown dan sepanjang jalur pipa.

Ketua ELSAL, Imam Muqroni, menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan pendekatan yang terintegrasi.

โ€œKami tidak hanya mendorong peningkatan hasil panen, tetapi juga memperkuat praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan serta kesadaran keselamatan di sekitar jalur pipa. Perubahan perilaku inilah yang menjadi fondasi keberlanjutan jangka panjang,โ€ ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip keberlanjutan, mencakup aspek lingkungan melalui pengurangan penggunaan bahan kimia dan pengendalian hama alami, aspek sosial melalui peningkatan kapasitas petani, serta aspek tata kelola melalui edukasi keselamatan dan komunikasi rutin di lapangan.


Kontribusi terhadap Mitigasi Risiko Sosial

Dalam konteks yang lebih luas, program ini berkontribusi pada penguatan Community Development berbasis mitigasi risiko di sekitar area operasional. Upaya ini dilakukan melalui:

  • Penerapan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan

  • Peningkatan pengetahuan dan kapasitas petani

  • Penguatan kepatuhan terhadap pedoman keselamatan jalur pipa

  • Monitoring dan komunikasi lapangan secara berkala

โ€œPeningkatan hasil panen yang tercatat pada musim ini menjadi indikator awal bahwa intervensi teknis berjalan cukup efektif. Namun yang lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran petani untuk bertani secara lebih aman dan bertanggung jawab,โ€ tambah Imam Muqroni.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa produktivitas pertanian, perlindungan lingkungan, dan keselamatan operasional dapat berjalan beriringan melalui pendampingan yang konsisten dan kolaboratif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *