Dari Daun Mimba hingga Urin Sapi, Cara Petani Tuban Berdaulat Benih dan Pupuk di Jalur Pipa Banyu Urip

Avatar admin

Yayasan eL-SAL Indonesia bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) terus mendorong penguatan praktik pertanian berkelanjutan melalui inisiatif di tingkat tapak yang baru-baru ini dipaparkan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Tuban. Program yang berfokus pada pertanian semi-organik ini muncul sebagai jawaban atas tantangan kelangkaan pupuk subsidi serta tingginya harga input pertanian kimia yang kerap membebani petani lokal.

Melalui pemanfaatan bahan organik seperti bokashi dan pestisida nabati, praktik ini terbukti tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu menekan biaya produksi petani hingga 24 persen dibandingkan penggunaan bahan kimia sepenuhnya.

Keberhasilan efisiensi biaya tersebut dibarengi dengan lonjakan produktivitas yang signifikan di beberapa wilayah seperti Desa Sumurjalak dan Desa Trutup di Kecamatan Plumpang, serta Desa Punggulrejo di Kecamatan Rengel. Jika sebelumnya penggunaan pupuk kimia hanya menghasilkan rata-rata 6 hingga 7 ton gabah per hektar, penerapan sistem semi-organik ini mampu meningkatkan hasil panen hingga 9-10 ton per hektar, atau setara dengan kenaikan produktivitas sebesar 40 hingga 45 persen.

Capaian ini menjadi angin segar bagi sekitar 50 petani di bawah pendampingan eL-SAL yang tersebar di wilayah Soko, Rengel, Plumpang, dan Palang, meskipun pada awalnya proses adaptasi ini tidaklah mudah.

Tantangan di masa awal tersebut diakui oleh Ibu Tina, salah satu petani yang terlibat dalam program pendampingan ini. โ€œAwalnya kami masih ragu karena terbiasa dengan pestisida kimia. Tapi setelah didampingi dan mencoba sendiri, ternyata tanaman tetap terlindungi, dan biaya pembelian obat-obatan jadi lebih hemat,โ€ kata Tina, pada Selasa (27/4/2026) di acara Tuntas Tani Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Tuban.

Tina menambahkan bahwa penggunaan pestisida nabati memberikan alternatif yang lebih efisien di tengah kenaikan harga input pertanian. Para petani memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar mereka, mulai dari daun mimba, kecubung, akar tobo, hingga pengolahan urin serta kotoran sapi dan kambing menjadi pupuk cair maupun bokashi.

Senada dengan pengalaman tersebut, Bapak Lasminto, petani lainnya, merasakan dampak positif pada kondisi tanah yang menjadi lebih gembur serta ketersediaan unsur hara yang lebih baik dalam jangka panjang. โ€œPenerapan pupuk organik memperbaiki sifat fisik tanah. Biaya pupuk juga bisa ditekan, jadi lebih membantu untuk musim tanam berikutnya,โ€ jelas Lasminto.

Pendekatan ini memberikan ruang bagi petani untuk lebih mandiri karena mampu menurunkan kebutuhan pupuk kimia hingga sekitar 35 persen melalui pemanfaatan bahan lokal yang selama ini sering terabaikan.

Keberhasilan di tingkat lapangan ini pun mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Pertanian. Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Pipin Diah Larasati, menyatakan bahwa inisiatif ini sangat sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong alternatif input pertanian di tengah keterbatasan pupuk subsidi. โ€œKe depan ini dapat dikembangkan ke desa-desa lain,โ€ tegas Pipin.

Koordinasi Awal Pelaksanaan Program di Dinas Pertanian.

Dukungan serupa disampaikan oleh Kepala Bidang Sarana Pertanian, Hart Novembria Susetyowati, yang menilai bahwa pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik merupakan kunci untuk mewujudkan sistem pertanian yang lebih aman dan berkelanjutan.

Sementara itu, perwakilan EMCL Joni Wicaksono menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen EMCL bersama SKK Migas untuk terus mendukung pemerintah dalam meningkatkan taraf ekonomi petani di wilayah operasi. Di sisi lain, inisiatif ini juga mengedepankan aspek keamanan obyek vital nasional melalui kolaborasi erat dengan warga. โ€œPada saat yang sama, EMCL berkolaborasi dengan petani untuk senantiasa menjaga keselamatan dan keamanan di sepanjang jalur pipa minyak Lapangan Banyu Urip,โ€ pungkas Joni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *