Momentum Hari Posyandu, EMCL–eL-SAL Kenalkan Program Taman Gizi Keluarga

Avatar admin

Peringatan Hari Posyandu Nasional yang jatuh pada Rabu, 29 April 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran Posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan berbasis masyarakat. Tahun ini, penguatan Posyandu diarahkan pada transformasi layanan melalui penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang menekankan pelayanan menyeluruh bagi seluruh siklus hidup—mulai dari ibu hamil, bayi, balita, hingga lansia.

Sejalan dengan semangat tersebut, inisiatif penguatan gizi keluarga mulai dikembangkan melalui program Taman Gizi Keluarga yang diinisiasi oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Yayasan eL-SAL Indonesia sebagai mitra program. Program ini saat ini masih dalam tahap awal, dengan fokus pada membangun pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Pendekatan yang digunakan menitikberatkan pada edukasi dan praktik langsung di tingkat rumah tangga. Masyarakat didorong untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi, sekaligus memahami pola konsumsi yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Sebagai tahap awal, program ini direncanakan akan dikembangkan di enam desa. Lokasi tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama, di mana masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga didampingi dalam menerapkan praktik pemenuhan gizi keluarga secara mandiri.

Dalam konteks ini, Posyandu dan Taman Gizi Keluarga memiliki peran yang saling melengkapi. Posyandu menjadi pusat layanan dan pemantauan kesehatan, sementara Taman Gizi Keluarga memperkuat praktik di tingkat keluarga. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi, sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.

Momentum Hari Posyandu Nasional ini menjadi pengingat bahwa penguatan kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada layanan, tetapi juga pada kesadaran dan keterlibatan aktif keluarga sebagai fondasi utama pembangunan kesehatan di desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *