KISAH KEBERHASILAN PROGRAM PERTANIAN BERKELANJUTAN

Avatar admin
Kisah Bapak Hanafi Mengendalikan Hama Pertanian Secara Alami

Sebagian petani di wilayah Kabupaten Tuban masih menghadapi tantangan dalam pengendalian hama tanaman padi yang berdampak pada tingginya biaya produksi. Ketergantungan terhadap pestisida kimia tidak hanya meningkatkan biaya perawatan tanaman, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi lingkungan pertanian. Melihat kondisi tersebut, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Yayasan ELSAL Indonesia menginisiasi program pertanian berkelanjutan guna memperkuat kapasitas petani dalam menerapkan praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Program ini dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan kepada petani, salah satunya melalui pelatihan pembuatan pestisida nabati (PESNAB) sebagai alternatif pengendalian hama dengan memanfaatkan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar. Penguatan praktik di lapangan juga dilakukan melalui interaksi Tim Susur Jalur Pipa ELSAL Indonesia yang secara rutin melakukan pemantauan di sepanjang jalur pipa di wilayah Kabupaten Tuban sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar.

Salah satu petani yang merasakan manfaat program tersebut adalah Bapak Hanafi. Berangkat dari keinginannya untuk menekan biaya perawatan tanaman sekaligus menjaga keberlanjutan lahan pertanian, Bapak Hanafi mencoba menerapkan pestisida nabati pada lahan pertanian miliknya. Ia mengaku metode tersebut memberikan hasil yang cukup efektif dalam mengendalikan hama tanaman padi. Selain itu, penggunaan PESNAB juga membantu mengurangi biaya produksi yang selama ini cukup membebani usaha taninya. โ€œSaya merasakan manfaat penggunaan pestisida nabati. Hama bisa dikendalikan dan biaya perawatan tanaman menjadi lebih ringan,โ€ ungkap Bapak Hanafi. Pengalaman tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga meningkatkan pemahaman Bapak Hanafi mengenai praktik pertanian ramah lingkungan serta mendorong kemandiriannya dalam mengelola pengendalian hama dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Meski demikian, dalam penerapannya Bapak Hanafi masih menghadapi kendala, terutama dalam memperoleh bahan utama pembuatan pestisida nabati berupa tubo yang saat ini relatif sulit diperoleh. Ia berharap ketersediaan bahan tersebut dapat terpenuhi sehingga ia dapat kembali memproduksi PESNAB secara mandiri dan menerapkan metode tersebut secara berkelanjutan pada lahan pertaniannya.

Melalui pendampingan dan interaksi rutin, Tim Susur Jalur Pipa ELSAL Indonesia terus memberikan penguatan informasi, pendampingan teknis, serta motivasi kepada petani dalam mengembangkan praktik pertanian yang lebih aman, mandiri, dan berkelanjutan.

Pengalaman Bapak Hanafi menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang tepat mampu membuka wawasan petani dalam menemukan alternatif solusi pengelolaan usaha tani yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Melalui kolaborasi berbagai pihak, praktik pertanian berkelanjutan diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi petani serta lingkungan sekitar.

Tulisan ini merupakan Success Story yang dihimpun dari hasil interaksi Tim Susur Jalur Pipa ELSAL Indonesia dalam kegiatan edukasi petani di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *