Pengolahan Lahan Demplot Jadi Awal Perubahan Cara Bertani di Sumurjalak

Avatar admin

Tuban, 10 Mei 2025

Kini, petani di Desa Sumurjalak, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban tidak lagi memperlakukan seluruh sawah dengan cara yang sama. Melalui kegiatan demplot, petani mulai memahami bahwa perbedaan kondisi tanah memengaruhi cara pengelolaan lahan, termasuk dalam menentukan kebutuhan pupuk dan perlakuan yang dibutuhkan agar kesuburan tanah tetap terjaga sesuai kebutuhan tanaman padi.

Perubahan cara bertani tersebut dirasakan Lasminto, petani yang lahannya digunakan sebagai lokasi demplot budidaya padi varietas Pak Tiwi 2. Pada Minggu (10/05/2026), lahan sawah miliknya seluas 1.100 meter persegi mulai diolah sebagai persiapan tanam yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei mendatang.

Dulu, menurut Lasminto, pengelolaan sawah lebih banyak dilakukan mengikuti kebiasaan musim sebelumnya. Jenis pupuk maupun perlakuan lahan umumnya diberikan hampir sama di setiap petak sawah tanpa melihat kondisi tanah secara lebih detail.

โ€œSekarang mulai paham kalau kondisi tanah tiap sawah itu beda, jadi kebutuhan lahannya juga tidak selalu sama.โ€
โ€” Lasminto

Ia menambahkan, pengolahan lahan juga tidak hanya berkaitan dengan kesiapan tanam, tetapi turut berhubungan dengan pola musim tanam di sawah. Menurutnya, waktu tanam yang lebih teratur dalam satu hamparan membantu pertumbuhan tanaman menjadi lebih merata sekaligus membuat risiko serangan hama lebih mudah dikendalikan.

Kegiatan demplot ini merupakan bagian dari program pendampingan pertanian yang diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerja sama dengan Yayasan ELSAL Indonesia di sekitar wilayah jalur pipa Kabupaten Tuban. Pendampingan dilakukan langsung di area persawahan agar proses belajar lebih mudah dipahami melalui praktik lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, petani mulai melihat langsung bagaimana kondisi tanah, pola tanam, dan pengelolaan lahan saling berkaitan dalam mendukung pertumbuhan tanaman padi selama musim tanam berlangsung.

Sebagai lokasi demplot, lahan milik Lasminto mulai menjadi contoh praktik budidaya padi yang lebih memperhatikan kondisi lahan dan keberlanjutan pertanian. Melalui penerapan pertanian berkelanjutan, lahan tersebut tidak hanya digunakan untuk proses tanam, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi petani lain dalam melihat langsung penerapan pengelolaan sawah yang lebih aman dan menyesuaikan kebutuhan tanaman di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *