Kreativitas Petani Jalur Pipa EMCL di Tuban: Inovasi TABELA dari Paralon Bekas
Tuban โ Praktik pertanian inovatif dan ramah lingkungan terus berkembang di sekitar jalur pipa Lapangan Banyu Urip, Kabupaten Tuban. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan pemantauan yang dilakukan Tim Susur Pipa Yayasan el-SAL Indonesia, mitra ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), bersama Tim Pertanian di beberapa titik jalur pipa.
Pada titik KP45+800, tim bertemu dengan Mbah Mat Fauzi, petani penggarap lahan di sekitar jalur pipa yang menyampaikan kendala sulitnya memperoleh tenaga kerja untuk kegiatan tanam padi (tandur). Kondisi tersebut mendorong Mbah Mat Fauzi melakukan inovasi dengan menciptakan alat tanam padi menggunakan sistem TABELA (Tabur Benih Langsung) yang dirakit dari bahan paralon bekas.
Metode tersebut terbukti mampu mempercepat proses tanam dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual. Menariknya, hasil panen yang diperoleh tetap optimal dan tidak kalah dibandingkan metode tanam menggunakan mesin. Saat ini, tanaman padi milik Mbah Mat Fauzi telah memasuki masa panen dengan kondisi yang baik.
Sementara itu, pada titik KP47+300, Tim Pertanian juga melaksanakan kegiatan pemantauan sekaligus praktik penyemprotan tanaman. Kegiatan tersebut dilakukan untuk pengaplikasian pestisida nabati (pesnab) yang dibuat secara mandiri oleh Pak Triyatno, sebagai hasil dari pelatihan yang difasilitasi oleh Yayasan el-SAL Indonesia bersama Tim Pertanian.

Dalam kegiatan penyemprotan tersebut, selain menggunakan pestisida nabati, juga diaplikasikan bahan aktif abamektin untuk membantu pengendalian hama kutu-kutuan yang menyerang tanaman.
Pak Triyatno menyampaikan bahwa dirinya merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan pembuatan pestisida nabati. Menurutnya, kemampuan memproduksi pestisida secara mandiri mampu menekan biaya tanam sekaligus meningkatkan kemandirian petani dalam pengendalian hama.
Ia juga berharap program pelatihan serupa dapat terus digalakkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak petani yang mampu menerapkan praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Kegiatan pemantauan yang dilakukan oleh Yayasan el-SAL Indonesia sebagai mitra EMCL tidak hanya berfokus pada pengawasan jalur pipa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pendampingan masyarakat dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan di wilayah sekitar area operasional.


Tinggalkan Balasan