Aktivitas petani di sekitar jalur pipa Lapangan Banyu Urip tidak hanya berkaitan dengan olah lahan dan hasil panen. Di tengah aktivitas tersebut, ada jalur pipa yang juga perlu diperhatikan agar kegiatan pertanian tetap berjalan dengan aman.
Pemahaman tersebut terus diperkuat melalui edukasi kepada petani yang dilakukan Yayasan eL-SAL Indonesia. Petani dikenalkan pada aktivitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sekitar jalur pipa, kondisi crown yang perlu diperhatikan, serta langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan kondisi yang membutuhkan perhatian.
Hal itu kembali dibahas dalam Ngudar Tani yang mempertemukan 50 petani Kecamatan Rengel di Balai Wisata Edukasi Gerabah, Desa Ngadirejo, Tuban, pada Selasa (25/8/2026). Selain mendapatkan kembali pemahaman mengenai keselamatan jalur pipa, petani juga berbagi pengalaman yang mereka temui selama beraktivitas di lahan.
Salah satunya disampaikan Suyanto, petani Desa Punggulrejo. Lahan sawahnya yang berdekatan dengan jalur pipa membuat ia turut memperhatikan kondisi crown ketika bekerja di sawah.
โDulu pernah ada bagian crown yang rusak. Karena sawah kami dekat dengan jalur pipa, kami ikut memperbaiki. Ya, sebisa kami, yang penting kondisinya tetap aman,โ ujar Suyanto.
Sebelumnya, Suyanto bersama petani lain di sekitar jalur pipa juga telah mendapatkan edukasi melalui kegiatan Susur Pipa yang dilakukan eL-SAL. Melalui kegiatan tersebut, petani mendapatkan pemahaman langsung mengenai kondisi jalur pipa dan hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menjalankan aktivitas pertanian di sekitarnya.
Pemahaman tersebut mulai dibawa petani ke aktivitas mereka sehari-hari di sekitar jalur pipa. Mereka tidak hanya mengetahui batas kegiatan yang dapat dilakukan, tetapi juga memahami apa yang dapat dilakukan ketika menemukan persoalan di lapangan.
Perwakilan EMCL, Joni Wicaksono, mengatakan masyarakat dapat menyampaikan kondisi yang ditemukan di lapangan melalui saluran yang tersedia sehingga dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
โKalau masyarakat menemukan kondisi atau persoalan di lapangan, jangan hanya menjadi pembicaraan dari mulut ke mulut. Masyarakat bisa menyampaikannya melalui nomor pengaduan EMCL, sehingga informasi tersebut dapat segera kami terima dan ditindaklanjuti,โ ujar Joni.

Manager Program Yayasan eL-SAL Indonesia, Imam Muqroni, melihat aktivitas petani yang berlangsung setiap hari di sekitar jalur pipa menjadi alasan pentingnya pengetahuan keselamatan.
โPetani adalah pejuang ketahanan pangan yang setiap hari bekerja di lahan sawah. Di tempat mereka bekerja itu juga ada jalur pipa. Jadi, ketika mereka memahami bagaimana beraktivitas dengan aman di sekitarnya, mereka juga ikut menjaga keamanan jalur pipa,โ kata Imam.
Di Desa Ngadirejo, manfaat kehadiran program EMCL juga dirasakan masyarakat melalui dukungan terhadap kebutuhan pengembangan ekonomi desa. Kepala Desa Ngadirejo, Gatot Srikuntolo, menyampaikan apresiasi atas program yang diterima desa, salah satunya untuk pengembangan UMKM.
โKami berterima kasih atas dukungan EMCL dalam pengembangan ekonomi desa. Tahun ini kami juga mendapatkan program yang akan kami manfaatkan untuk pembangunan dan pengembangan UMKM,โ ujar Gatot.






