Dari Tape Singkong Menuju UMKM Naik Kelas, Desa Sumberagung Bentuk Sentra IKM

  • Whatsapp

PLUMPANG – Tape singkong bukanlah produk baru bagi masyarakat Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang. Selama bertahun-tahun, olahan berbahan baku singkong tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan bagi sejumlah warga. Namun di tengah peluang pasar yang terus berkembang, para pelaku usaha menyadari bahwa dibutuhkan langkah bersama agar usaha yang dijalankan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan memiliki nilai tambah yang lebih besar.

Kesadaran itulah yang mendorong Pemerintah Desa Sumberagung menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Pembentukan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Tape Singkong di Balai Desa Sumberagung, Kamis (18/6/2026). Musyawarah yang diikuti sekitar 20 peserta tersebut mempertemukan pelaku usaha tape singkong, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan unsur masyarakat lainnya untuk merumuskan langkah bersama dalam pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Bacaan Lainnya

Melalui forum tersebut, peserta membahas pentingnya membangun wadah bersama bagi para pelaku usaha tape singkong. Selain menjadi sarana koordinasi, keberadaan Sentra IKM diharapkan mampu memperkuat kerja sama antarpelaku usaha, meningkatkan kualitas produk, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Bagi pelaku usaha, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan proses produksi. Di tengah persaingan yang semakin terbuka, penguatan kelembagaan usaha dan peningkatan kemampuan pelaku usaha menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Karena itu, pembentukan Sentra IKM Tape Singkong dipandang sebagai langkah penting dalam membangun ekosistem usaha yang lebih kuat dan terorganisir.

Dengan adanya wadah bersama, para pelaku usaha memiliki ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta menyusun langkah pengembangan usaha secara lebih terarah. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat posisi produk lokal sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mendukung keberlanjutan usaha masyarakat. Upaya tersebut juga membutuhkan dukungan berbagai pihak agar potensi usaha yang tumbuh di desa dapat berkembang secara optimal.

Melihat potensi usaha yang tumbuh di masyarakat, Yayasan eL-SAL Indonesia meyakini bahwa UMKM dapat berkembang lebih jauh apabila didukung oleh pengetahuan, jejaring, dan legalitas usaha yang memadai. Melalui semangat “UMKM Naik Kelas”, eL-SAL terus membuka ruang belajar dan pendampingan bagi pelaku usaha, termasuk melalui fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Halal, dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), sehingga produk lokal semakin siap bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Kehadiran Sentra IKM Tape Singkong di Desa Sumberagung menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal. Dari komoditas yang telah lama dikenal masyarakat, tumbuh semangat untuk membangun usaha yang lebih terorganisir, memiliki nilai tambah, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Semangat “UMKM Naik Kelas” pada akhirnya tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menghadirkan UMKM yang lebih kuat, legal, dan berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *