Dari Kotoran Ternak Menjadi Pupuk Organik, Cara Petani Menjaga Tanah Tetap Produktif

  • Whatsapp

Di tengah upaya mendorong praktik pertanian berkelanjutan, pemanfaatan sumber daya lokal menjadi salah satu langkah yang terus dikembangkan. Agus, petani yang mengelola sawah di sekitar jalur pipa, menjadi salah satu petani yang menerapkan praktik tersebut untuk menjaga kesehatan tanah sekaligus mempertahankan produktivitas lahannya.

Praktik tersebut dijumpai Tim Susur Pipa Yayasan eL-SAL Indonesia saat melaksanakan kegiatan susur rutin pada Minggu (28/6) di jalur KP 45+500 hingga KP 46+900. Di sekitar KP 45+800, tim bertemu dengan Agus yang tengah melakukan pemupukan pada tanaman padi berumur sekitar tujuh HST.

Bacaan Lainnya


Pemupukan tanaman padi usia 7 HST
Pemupukan tanaman padi usia 7 HST oleh petani.

Diskusi Tim Susur eL-SAL dengan petani
Bincang antara Tim Susur eL-SAL dengan petani.

Di sela-sela kegiatan pemupukan, Agus berbagi pengalamannya mengelola lahan dengan pupuk organik. Ia memanfaatkan campuran kotoran ayam, kambing, dan sapi yang diolah menjadi pupuk untuk menjaga kesehatan tanah. Menurutnya, cara tersebut tidak hanya lebih hemat, tetapi juga membantu mempertahankan kesuburan lahan sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik.

โ€œKalau tanahnya sehat, tanaman juga tumbuh lebih baik. Saya merasakan penggunaan pupuk organik lebih hemat, tanah tetap subur, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman juga menjadi lebih mudah,โ€ ujar Agus.

Pengalaman Agus kemudian menjadi awal diskusi mengenai praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Tim Susur Pipa berbagi informasi mengenai pemanfaatan pestisida nabati sebagai salah satu alternatif pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Berbagai bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar petani, teknik pembuatannya, hingga cara aplikasinya dijelaskan agar dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lahan masing-masing.

Pertukaran pengalaman tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Pertanian Berkelanjutan dan Aman yang dijalankan Yayasan eL-SAL Indonesia bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, program ini mendorong petani untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih aman, menjaga kesehatan tanah, memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal, serta mengurangi ketergantungan terhadap input pertanian berbahan kimia.

Bagi Tim Susur Pipa, setiap kegiatan susur tidak hanya bertujuan menjaga keamanan dan keselamatan jalur pipa. Interaksi dengan masyarakat juga menjadi ruang untuk saling berbagi pengetahuan, memperkuat praktik-praktik baik yang telah berkembang di tingkat petani, serta memastikan proses pendampingan terus berjalan. Dengan pendekatan tersebut, upaya menjaga keselamatan operasi dapat berjalan berdampingan dengan pemberdayaan masyarakat dan penguatan praktik pertanian berkelanjutan..

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *