Tuban – Keamanan dan keselamatan jalur pipa minyak Lapangan Banyu Urip menjadi tanggung jawab bersama yang memerlukan koordinasi lintas sektor. Untuk memperkuat sinergi tersebut, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Yayasan eL-SAL Indenesia menggelar Sosialisasi Keamanan dan Keselamatan Jalur Pipa Lapangan Banyu Urip Tahun 2026 di ballroom salah satu restoran di Kabupaten Tuban, Rabu (1/7).
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, BUMD, pemerintah kecamatan, Perhutani, PLN, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki aktivitas di sekitar jalur pipa. Melalui sosialisasi tersebut, peserta memperoleh pembaruan informasi mengenai operasi Lapangan Banyu Urip, pengelolaan keamanan dan integritas jalur pipa, serta pelaksanaan Program Pertanian Berkelanjutan dan Aman yang dijalankan EMCL bersama Yayasan eL-SAL.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban, Ulfa Mei Sayekti, mengapresiasi kolaborasi antara EMCL, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan yang selama ini telah terjalin. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang penting untuk menyamakan pemahaman serta memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan jalur pipa.
“Kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting untuk menyamakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan. Kami mengapresiasi upaya EMCL yang tidak hanya memperhatikan aspek keamanan operasi, tetapi juga mendukung peningkatan kapasitas petani melalui program pertanian berkelanjutan,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Dalam sesi sosialisasi, Rifqi Romadhon, External Relations Supervisor EMCL, memaparkan gambaran umum operasi Lapangan Banyu Urip serta Program Pengembangan Masyarakat (PPM) EMCL yang berfokus pada bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Materi kemudian dilanjutkan oleh Yashthafi Rifardi, Corrosion & Integrity Engineer EMCL, yang menjelaskan upaya menjaga integritas jalur pipa serta pedoman keselamatan bagi berbagai aktivitas yang dilakukan di sekitar jalur pipa.
“Setiap aktivitas di sekitar jalur pipa perlu diawali dengan komunikasi dan koordinasi yang baik. Melalui sosialisasi ini kami ingin membangun pemahaman yang sama, sehingga seluruh pemangku kepentingan dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan keselamatan jalur pipa,” kata Rifqi.
Sosialisasi juga menghadirkan paparan mengenai pelaksanaan Program Pertanian Berkelanjutan dan Aman Tahun 2026 yang disampaikan Ketua Yayasan eL-SAL, Imam Muqroni. Program tersebut melanjutkan berbagai capaian tahun sebelumnya melalui edukasi keselamatan di sekitar jalur pipa, penguatan praktik pertanian berkelanjutan, peningkatan kapasitas petani dalam pembuatan pestisida nabati bersama BUM Desa dan Gapoktan Desa Kepohagung, serta pembangunan balai produksi bokashi sebagai sarana pembelajaran bagi petani.
Sesi diskusi yang dipandu Penanggung Jawab Program, Joni Wicaksono, menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus membahas mekanisme koordinasi apabila terdapat kegiatan yang berpotensi bersinggungan dengan jalur pipa. Dalam diskusi tersebut, para peserta dari pemerintah daerah, BUMN, Perhutani, PLN, dan instansi terkait saling bertukar praktik baik dalam mendukung keamanan objek vital nasional.

Salah satu pengalaman yang mengemuka dalam sesi diskusi disampaikan oleh Camat Plumpang, Saefiyudin. Ia menilai program pengembangan masyarakat yang dijalankan EMCL secara berkelanjutan telah mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian desa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Desa Trutup kini memiliki program pembiayaan iuran BPJS Kesehatan bagi seluruh warganya. Program ini menjadi salah satu dampak nyata dari dukungan berkelanjutan EMCL melalui berbagai program pengembangan masyarakat yang telah dijalankan di Desa Trutup. Dengan meningkatnya kapasitas dan kemandirian desa, pemerintah desa mampu menghadirkan perlindungan jaminan kesehatan bagi seluruh warga sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dalam aspek pembangunan, tetapi juga dalam peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan kesepakatan mengenai mekanisme mitigasi dan alur koordinasi untuk setiap kegiatan pembangunan infrastruktur yang berpotensi bersinggungan dengan jalur pipa minyak EMCL. Kesepakatan tersebut diperkuat melalui penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan para pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan dan keselamatan jalur pipa.






