TUBAN – Kini, lahan demplot tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat menanam. Bagi petani, keberadaannya juga menjadi ruang belajar untuk mengamati kondisi tanaman secara langsung di lapangan. Melalui proses tersebut, petani dapat mendiskusikan kebutuhan perawatan tanaman sekaligus mengenali potensi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Proses belajar tersebut berlangsung dalam kegiatan Tuntas Tani yang dilaksanakan di lahan demplot milik Lasminto di Desa Sumur Jalak, Kecamatan Plumpang, Senin (15/6/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pertanian Berkelanjutan dan Aman di Kabupaten Tuban hasil kolaborasi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Yayasan eL-SAL Indonesia tersebut diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri dari petani penggarap, Tim Susur Pipa, dan Tim eL-SAL Indonesia.

Pada kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik budidaya padi, pengendalian hama dan penyakit secara ramah lingkungan, pembuatan pupuk organik cair (POC), pestisida nabati (Pesnab), serta edukasi keselamatan kerja (Do & Don’t) di area jalur pipa EMCL.
Pada saat kegiatan berlangsung, tanaman padi varietas Pertiwi di lahan demplot telah memasuki umur sekitar 30 hari setelah tanam (HST). Kondisi tanaman tumbuh cukup baik dan relatif seragam sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media belajar dan praktik bagi petani. Pada fase ini, tanaman masih memerlukan pemeliharaan lanjutan, terutama dalam pengendalian hama dan pemenuhan unsur hara.
Selain mengamati kondisi tanaman dan potensi serangan OPT, peserta juga mengikuti praktik pembuatan pupuk organik cair menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan, seperti suket wedusan, kotoran hewan, kulit buah pisang, dan tetes tebu atau molase. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai teknik aplikasi di lahan serta pemanfaatan bahan-bahan lokal yang dapat dipertimbangkan petani sesuai kondisi masing-masing.

Selama kegiatan berlangsung, petani menunjukkan antusiasme terhadap pemanfaatan bahan-bahan lokal yang dinilai mudah diperoleh dan dapat diolah secara mandiri. Diskusi juga berkembang mengenai pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar lingkungan sebagai salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam kegiatan pertanian.
“Kami mendapatkan pengetahuan baru tentang cara membuat pupuk organik dari bahan yang mudah diperoleh. Harapannya biaya usaha tani bisa lebih hemat dan hasil panen semakin baik,” ujar salah satu peserta kegiatan.
Manager Program Yayasan eL-SAL Indonesia, Imam Muqroni, mengatakan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal menjadi salah satu materi yang diperkenalkan kepada petani melalui kegiatan Tuntas Tani.
“Melalui kegiatan Tuntas Tani, kami mendorong petani memanfaatkan sumber daya lokal untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan beraktivitas di sekitar jalur pipa EMCL,” kata Imam.
Melalui kegiatan ini, petani berharap dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola lahan, termasuk memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar lingkungan sebagai alternatif pendukung kegiatan pertanian. Demplot pun tidak hanya berfungsi sebagai lahan percontohan, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama bagi petani untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan berdasarkan kondisi yang ditemui langsung di lapangan.






