Dulu, Joko lebih banyak memusatkan perhatian pada tanaman dan lahan yang ia kelola. Kini, petani asal Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban tersebut juga lebih peka terhadap kondisi area jalur pipa yang melintasi lingkungan pertanian tempatnya beraktivitas sehari-hari.
Kepedulian tersebut terlihat ketika Joko menemukan bagian crown jalur pipa di sekitar KP 50+900 yang mengalami pengikisan akibat aliran air. Area yang terdampak memiliki luasan sekitar 2 meter x 3 meter dengan kedalaman kurang lebih 70 sentimeter. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya material tanah pada crown yang berfungsi melindungi jalur pipa.
Saat melihat kondisi tersebut, Joko tidak membiarkannya berlarut. Dengan gerobak dan peralatan yang biasa digunakannya untuk bertani, ia menambahkan kembali material tanah pada area yang terdampak untuk membantu menjaga fungsi crown sebagai pelindung jalur pipa.
“Kalau ada bagian yang mulai tergerus, sebaiknya segera diperbaiki supaya tidak bertambah besar. Selain menjaga lahan, kondisi area jalur pipa juga perlu diperhatikan,” ujar Joko.

Apa yang dilakukan Joko mungkin terlihat sederhana. Namun tindakan tersebut menunjukkan bagaimana pemahaman mengenai keamanan jalur pipa telah menjadi bagian dari praktik pengelolaan lahan yang ia lakukan sehari-hari.
Pemahaman tersebut tumbuh melalui Program Pertanian Berkelanjutan dan Aman yang dilaksanakan Yayasan eL-SAL Indonesia bekerja sama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Melalui program ini, petani memperoleh pendampingan mengenai praktik pertanian yang aman, pengelolaan lahan yang berkelanjutan, serta pentingnya menjaga kondisi area yang beririsan dengan jalur pipa.
Bagi Joko, menjaga kondisi area jalur pipa kini telah menjadi bagian dari cara ia mengelola lahan pertaniannya. Pendampingan yang diterimanya membuat ia lebih peka terhadap perubahan kondisi di lapangan dan memahami pentingnya melakukan penanganan sejak dini ketika menemukan potensi masalah.
Kisah Joko menunjukkan bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui proses pemberdayaan dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Pengalaman ini menjadi contoh bagaimana praktik pertanian yang aman dan kepedulian terhadap keamanan jalur pipa dapat tumbuh serta berjalan berdampingan dalam kehidupan sehari-hari petani.






