Di Antara Jerami dan Jalur Pipa, Sebuah Percakapan Tentang Harapan Petani

  • Whatsapp

Palang, Tuban — Matahari pagi mulai meninggi ketika langkah tim menyusuri kawasan di sekitar jalur pipa yang melintasi Desa Glodog hingga Desa Lerankulon, Kecamatan Palang. Hamparan sawah yang baru selesai dipanen tampak menguning, menyisakan batang-batang padi yang kering. Di tengah bentangan lahan itu, seorang petani terlihat sedang menyiapkan lahannya untuk musim tanam berikutnya.

Tim kemudian berhenti sejenak. Bukan karena ada persoalan yang harus ditangani, melainkan karena melihat sebuah cerita kecil yang layak didengar.

Bacaan Lainnya

Namanya Bapak Tamin, petani penggarap yang mengelola lahan di sekitar jalur pipa. Dengan pakaian kerja yang mulai kusam karena debu sawah, ia menyambut tim sambil tetap sesekali memperhatikan lahannya. Percakapan sederhana pun mengalir di antara hamparan jerami yang mengering.

“Sekarang pupuk kimia sulit dicari. Kalau pun ada, harganya juga makin berat. Jadi saya mencoba mengurangi ketergantungan dengan sistem semi organik,” tuturnya.

Di hadapan tim, Bapak Tamin menceritakan bagaimana ia mulai memadukan pupuk organik dengan pupuk anorganik dalam budidaya jagung yang akan segera ditanamnya. Langkah tersebut bukan hanya menjadi alternatif saat pupuk kimia sulit diperoleh, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menjaga kesuburan tanah agar tetap produktif dalam jangka panjang.

Bagi tim pendamping, percakapan singkat seperti ini memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar bertukar informasi. Di balik setiap kunjungan lapangan, selalu ada kesempatan untuk mendengar langsung pengalaman petani, memahami tantangan yang mereka hadapi, sekaligus menangkap berbagai praktik baik yang tumbuh dari inisiatif masyarakat sendiri. Dari ruang dialog yang sederhana inilah, proses saling belajar dan saling menguatkan terus berlangsung.

Di balik setiap lahan yang digarap, selalu ada cerita tentang ketekunan dan harapan. Apa yang dilakukan Bapak Tamin mungkin tampak sederhana—mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dengan menerapkan sistem semi organik. Namun, dari langkah-langkah kecil seperti itulah perubahan mulai tumbuh. Melalui perhatian dan pendampingan yang dilakukan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Yayasan eL-SAL Indonesia, ruang dialog dengan masyarakat terus dibangun untuk mendorong berkembangnya praktik-praktik pertanian yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan. Sebab, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari tumbuhnya kepercayaan, lahirnya pengetahuan baru, serta semakin kuatnya semangat masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengelola lahan dan menjaga keberlanjutan pertanian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *