TUBAN – Menjaga keamanan jalur pipa tidak selalu dilakukan melalui pertemuan formal atau sosialisasi di dalam ruangan. Di lapangan, upaya tersebut sering kali dimulai dari percakapan sederhana di tengah aktivitas masyarakat.
Seperti yang dilakukan Tim Susur Pipa saat melakukan pemantauan jalur pipa di wilayah KP 42+600 hingga KP 43+900 yang melintasi Desa Rengel, Ngadirejo, dan Sumberjo, Kecamatan Rengel, pada Senin (15/6/2026).
Saat menyusuri area sekitar KP 42+700, tim bertemu dengan Jamilun, seorang petani yang baru saja selesai melakukan pemupukan kedua pada tanaman padi varietas Inpari 32 yang berusia sekitar 30 hari setelah tanam.
Di sela kegiatan pemantauan jalur pipa, pertemuan tersebut berkembang menjadi ruang berbagi pengalaman. Duduk bersama di pematang sawah, keduanya berdiskusi mengenai kondisi pertanian yang sedang dihadapi petani setempat.
Jamilun menceritakan bahwa sebagian tanaman padinya mengalami gejala yang oleh petani setempat dikenal sebagai “asam-asaman”, kondisi yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman apabila tidak segera ditangani.
Mendengarkan keluhan tersebut, Tim Susur Pipa berbagi pengetahuan terkait pengelolaan lahan pertanian. Beberapa saran yang disampaikan antara lain penggunaan kapur dolomit dan garam saat pengolahan lahan untuk membantu memperbaiki kondisi tanah dan menjaga keseimbangan pH.
Percakapan berlangsung santai dan akrab. Tidak ada sekat antara tim susur pipa dan petani. Keduanya saling bertukar pengalaman berdasarkan pengetahuan dan praktik yang ditemui di lapangan.
Bagi Tim Susur Pipa, membangun komunikasi dengan masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur pipa merupakan bagian penting dari upaya menjaga keselamatan bersama. Melalui hubungan yang baik, informasi mengenai kondisi lingkungan sekitar jalur pipa dapat tersampaikan dengan lebih cepat, sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap keamanan jalur pipa yang berada di wilayah mereka.
Jamilun menyampaikan apresiasinya atas informasi dan masukan yang diberikan. Menurutnya, diskusi seperti ini memberikan tambahan wawasan yang bermanfaat bagi petani.
Pertemuan singkat di pematang sawah tersebut menjadi gambaran bahwa menjaga jalur pipa tidak hanya tentang memantau kondisi fisik di lapangan, tetapi juga membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat. Dari percakapan sederhana, tumbuh kepercayaan, kepedulian, dan semangat untuk saling menjaga lingkungan tempat mereka beraktivitas setiap hari.






