Dari Taman Gizi Nguruan, Warga Merawat Pilihan Pangan Bergizi Keluarga

  • Whatsapp

Pilihan pangan bergizi di tingkat keluarga perlu terus diperluas agar pemenuhan gizi tidak bergantung pada satu jenis pangan. Pengetahuan tentang sumber pangan dan cara mengolahnya menjadi bekal penting untuk memperkaya menu keluarga sekaligus menjaga kebiasaan makan bergizi tetap tumbuh. Di Desa Nguruan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, upaya itu dirawat melalui Taman Gizi Keluarga (TaGiKa).

Keberadaan TaGiKa memberi tambahan referensi bagi ibu-ibu PKK dalam mengenali sumber gizi yang dapat dimanfaatkan di sekitar mereka. Dari tanaman yang tumbuh hingga hasil yang dapat dipanen, warga menemukan lebih banyak bahan yang bisa diolah untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Bacaan Lainnya

Bagi Ninis Sliviyanti, Ketua PKK Desa Nguruan, pengalaman melihat dan memanfaatkan hasil dari taman membuat ibu-ibu memiliki gambaran yang lebih luas dibanding hanya mengandalkan bahan yang biasa dibeli.

โ€œKalau melihat langsung seperti ini, kami jadi tahu ternyata banyak tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga. Tidak hanya membeli, kami juga punya gambaran pangan apa saja yang bisa diolah di rumah,โ€ ujar Ninis.

Pakcoy menjadi salah satu contoh yang dirasakan langsung warga. Bersama sayuran lain, buah, tanaman obat keluarga, ubi yalkon, dan lele, keberadaannya memperkenalkan beragam sumber bahan yang dapat dimanfaatkan. Keragaman tersebut memperbesar pilihan warga dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

Pengalaman itu kemudian dapat dibawa ke kegiatan PKK dan lingkungan rumah. Ibu-ibu tidak hanya memperoleh contoh dari apa yang tumbuh di TaGiKa, tetapi juga memiliki bahan untuk berbagi dengan warga lain tentang pemanfaatan hasil yang mereka kenali.

Keberadaan beragam tanaman di TaGiKa membuat warga tetap memiliki ruang untuk melihat, mengenali, dan memetik hasil yang tersedia. Dengan begitu, pengalaman yang diperoleh ibu-ibu dapat terus bertemu dengan contoh nyata yang ada di taman.

Sri Wahyuni, anggota Pokja TaGiKa Desa Nguruan, mengatakan keberadaan taman perlu dijaga agar pengalaman tersebut tidak berhenti pada satu kali kunjungan.

โ€œTanaman yang ada akan terus kami rawat. Harapan kami, apa yang sudah dipelajari ibu-ibu di sini bisa dibawa ke rumah, diterapkan dalam keluarga, dan menambah pilihan pangan bergizi bagi mereka,โ€ katanya.

Taman Gizi Keluarga Desa Nguruan merupakan bagian dari program yang didukung ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas dan dilaksanakan Yayasan eL-SAL Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *