eL-SAL Bersama Pokja TaGiKa Laksanakan FGD Pengembangan Taman Gizi

  • Whatsapp

TUBAN – Yayasan eL-SAL Indonesia mulai menyusun pengembangan Program Taman Gizi bersama Pemerintah Desa dan Pokja TaGiKa di enam desa penerima program di Kabupaten Tuban. Penyusunan dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal penentuan lokasi, arah pengelolaan program, serta penyusunan kebutuhan pengembangan Taman Gizi di masing-masing desa.

Kegiatan dilaksanakan pada 21 Mei 2026 di Desa Nguruan dan Desa Sumurcinde, kemudian dilanjutkan pada 26 Mei 2026 di Desa Simo, Desa Sokosari, Desa Campurejo, dan Desa Banjaragung. Selain berlangsung di balai desa, peserta juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang direncanakan menjadi area Taman Gizi.

Bacaan Lainnya

FGD diikuti Pemerintah Desa, Pokja TaGiKa, Konsultan Teknis EMCL Yani Sandi Dharma, serta tim program eL-SAL Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan program sebelum pelaksanaan pengembangan Taman Gizi di tingkat desa.

Dalam diskusi tersebut, peserta bersama-sama memetakan kondisi pangan keluarga di desa, mulai dari pola konsumsi pangan bergizi, pemanfaatan lahan pekarangan, kondisi keluarga dengan balita dan ibu hamil, hingga potensi pangan lokal yang dinilai dapat mendukung pengembangan Taman Gizi.

Survey Lokasi Taman Gizi Desa Campurejo

Dokumentasi Pelaksanaan Survey Lokasi Taman Gizi Desa Campurejo

Dari hasil pembahasan, masing-masing desa mulai menyepakati lokasi yang akan digunakan sebagai area program dengan mempertimbangkan akses masyarakat, ketersediaan sumber air, kondisi lahan, dan keberlanjutan pengelolaannya. Peserta juga mulai menyusun komoditas yang akan dikembangkan dalam Taman Gizi, meliputi tanaman sumber karbohidrat, sayuran hijau, sayur buah, tanaman toga, buah-buahan, hingga dukungan sumber protein hewani melalui budidaya lele.

“Melalui FGD ini, desa bersama Pokja mulai menyusun kebutuhan teknis pengembangan Taman Gizi, mulai dari penentuan titik lokasi, kesiapan lahan, akses sumber air, hingga penyusunan layout taman yang akan menjadi dasar pelaksanaan program di masing-masing desa.”

– Yani Sandi Dharma, Konsultan Teknis EMCL

FGD juga menjadi ruang awal penyusunan mekanisme pengelolaan Taman Gizi secara bersama oleh Pokja dan masyarakat desa, mulai dari pengadaan bibit, perawatan tanaman, hingga pemanfaatan hasil panen sebagai bagian dari dukungan konsumsi pangan bergizi keluarga.

Sementara itu, Manager Program eL-SAL Indonesia, Zainudin, menyampaikan bahwa Taman Gizi dirancang tidak hanya sebagai area budidaya tanaman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya edukasi pemenuhan pangan bergizi keluarga di tingkat desa.

“Melalui program ini, masyarakat tidak hanya diajak memanfaatkan lahan, tetapi juga mulai mengenal pengelolaan pangan bergizi keluarga melalui komoditas yang mendukung kebutuhan gizi rumah tangga.”

– Zainudin, Manager Program eL-SAL Indonesia

Program Taman Gizi selanjutnya akan dilanjutkan dengan kegiatan edukasi kesehatan keluarga dan pelatihan pengolahan hasil Taman Gizi sebagai bagian dari penguatan pemahaman masyarakat mengenai pola makan bergizi di tingkat rumah tangga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *