TUBAN, 31 Mei 2026 – Sebuah bangunan baru kini berdiri di Desa Trutup, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Bangunan tersebut adalah Balai Produksi Bokashi yang telah rampung dibangun sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan di tingkat desa.
Pembangunan Balai Produksi Bokashi merupakan bagian dari Program Pertanian Berkelanjutan dan Aman Tahun 2026 yang didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan dilaksanakan oleh Yayasan eL-SAL Indonesia. Kehadiran balai ini diharapkan dapat menjadi sarana pendukung bagi petani dalam mengelola bahan organik sekaligus memperkuat praktik pertanian berkelanjutan di Desa Trutup.

Proses Pembangunan Balai Produksi Bokashi di Desa Trutup.
Selain difungsikan sebagai tempat produksi bokashi, balai tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran dan berbagi pengalaman bagi petani. Ke depan, fasilitas ini diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan bahan organik dan peningkatan kapasitas petani dalam menerapkan budidaya pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Pembangunan balai juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Trutup. Dukungan tersebut menjadi wujud komitmen bersama antara pemerintah desa, masyarakat, kelompok tani, dan tim program dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama kehidupan masyarakat desa.
Kepala Desa Trutup, Slamet Widodo, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya fasilitas tersebut. Menurutnya, keberadaan Balai Produksi Bokashi menjadi langkah positif dalam mendukung pengembangan pertanian yang berkelanjutan di desanya.
“Kami menyambut baik hadirnya Balai Produksi Bokashi ini. Harapan kami, fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok tani dan masyarakat sebagai sarana belajar, berbagi pengetahuan, serta mendukung pengelolaan bahan organik yang bermanfaat bagi pertanian di Desa Trutup,” ujar Slamet Widodo.
Meski baru selesai dibangun, keberadaan balai tersebut menjadi awal dari upaya bersama untuk memperkuat pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih produktif dan berkelanjutan. Bangunan yang kini berdiri di Desa Trutup tidak hanya menjadi sarana fisik, tetapi juga simbol kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung masa depan pertanian yang lebih baik bagi masyarakat desa.






