EMCL bersama ELSAL Dampingi Petani Tuban Terapkan Dolomit dan Garam Dapur untuk Menjaga Kesuburan Tanah

  • Whatsapp

ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama ELSAL Indonesia terus mendorong penguatan praktik pertanian berkelanjutan melalui kegiatan pendampingan pada petani jalur pipa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyesuaian kondisi lahan menjelang masa tanam pada lahan demplot milik Pak Lasminto di Desa Sumurjalak Kabupaten Tuban. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas kesuburan tanah agar tetap optimal dalam mendukung pertumbuhan tanaman sejak awal masa tanam.

Proses persiapan tanam padi di lahan tersebut dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi tanah yang dipengaruhi perubahan musim. Pengolahan lahan diarahkan agar tetap mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal pada fase awal tanam.

Bacaan Lainnya

Pengolahan lahan pertanian

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penambahan dolomit dan garam dapur pada lahan sawah. Aplikasi ini berperan dalam meningkatkan ketersediaan unsur natrium di dalam tanah yang turut mendukung keseimbangan sifat fisik tanah melalui penguatan ikatan antarpartikel tanah. Hal ini membantu menjaga stabilitas struktur tanah dan mengurangi kerentanan tanah terhadap kerusakan akibat tingginya curah hujan. Selain itu, kombinasi dolomit dan garam dapur juga membantu menstabilkan pH tanah yang cenderung fluktuatif akibat intensitas hujan yang tinggi, sehingga keseimbangan kimia tanah tetap terjaga untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Di sisi lain, perbaikan kondisi tanah ini juga menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi aktivitas mikroorganisme tanah yang berperan penting dalam menjaga kesuburan lahan. Mikroorganisme tersebut sering berkurang akibat tercuci oleh aliran air hujan pada permukaan lahan, sehingga stabilisasi kondisi tanah diharapkan dapat mendukung pemulihan aktivitas biologis tanah secara lebih optimal.

โ€œSekarang bukan hanya tanamannya yang diperhatikan, tetapi kondisi tanahnya juga dijaga sejak awal supaya tanaman bisa tumbuh lebih baik,โ€ ujar Pak Lasminto.

Upaya ini menjadi bagian dari praktik pertanian adaptif untuk menyesuaikan kondisi lahan dan kebutuhan tanah. EMCL dan eL-SAL berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan melalui pendekatan yang berbasis pada penguatan kesuburan tanah, perbaikan sifat fisik dan kimia tanah, serta adaptasi terhadap dinamika agroekosistem.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

    1. terima kasih atas responnya Pak Rusdi, berikut untuk takarannya
      Untuk dolomit 400 kg per Ha sedangkan untuk wilayah dengan tingkat asam tinggi kebutuhan garam 1 kw