Praktik Pestisida Nabati Bantu Petani Tingkatkan Efisiensi Budidaya Jagung di Jalur Pipa EMCL

  • Whatsapp

ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Yayasan eL-SAL Indonesia terus mendorong penguatan praktik pertanian berkelanjutan di wilayah sekitar operasi, termasuk di Desa Ngrayung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan pertanian yang lebih efisien melalui pemanfaatan bahan lokal sebagai alternatif input pertanian.

Di tingkat petani, praktik tersebut mulai berkembang dalam budidaya jagung, salah satunya oleh Bapak Darmani di wilayah KP 55+300. Dalam tiga musim tanam terakhir, ia mulai memanfaatkan pestisida nabati (pesnab) dengan bahan-bahan yang tersedia di sekitar lingkungan seperti daun mimba, buah mengkudu, bawang putih, daun bintaro, hingga urin kambing sebagai bagian dari perawatan tanaman jagung.

Bacaan Lainnya

Tanaman jagung pada lahan tersebut yang telah memasuki usia sekitar 50 hari setelah tanam (HST) menunjukkan pertumbuhan yang stabil dengan kondisi tanaman yang terjaga dan tekanan hama yang relatif terkendali.

Penerapan pestisida nabati tersebut memberikan dampak nyata pada efisiensi biaya perawatan. Dalam satu musim tanam, petani dapat menekan pengeluaran untuk kebutuhan pestisida sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Selain itu, intensitas penyemprotan juga menurun dari sekitar enam hingga tujuh kali menjadi tiga hingga empat kali per musim tanam, seiring dengan stabilnya kondisi tanaman di lapangan.

Dari sisi produktivitas, hasil panen jagung pada lahan tersebut mengalami peningkatan sekitar satu hingga dua kuintal per 100 meter persegi dibandingkan musim tanam sebelumnya.

Menurut Darmani, penggunaan pestisida nabati tidak hanya membantu menekan biaya perawatan, tetapi juga membuat proses budidaya menjadi lebih sederhana dan lebih mudah dijalankan oleh petani.

โ€œYang penting tanaman tetap tumbuh baik, biaya tidak terlalu berat, dan perawatannya lebih sederhana dengan cara yang bisa dilakukan petani,โ€ ujar Darmani.

Pengetahuan mengenai pemanfaatan pestisida nabati diperoleh melalui kegiatan Ngudar Tani yang difasilitasi eL-SAL, yang menjadi ruang pembelajaran bagi petani dalam mengenali dan memanfaatkan bahan lokal untuk mendukung budidaya yang lebih efisien.

โ€œPenguatan praktik pertanian berkelanjutan ini merupakan bagian dari program Pertanian Aman dan Berkelanjutan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama eLS-AL sebagai mitra pelaksana. Program ini bertujuan mendukung aktifitas pertanian aman dan peningkatan kesejahteraan petani di wilayah dampingan sekaligus mendorong efisiensi produksi melalui pendekatan yang lebih ramah lingkungan di sekitar jalur pipa,โ€ ujar Ketua Yayasan eL-SAL Indonesia, Imam Muqroni.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *