TUBAN, 31 Mei 2026 – Hamparan sawah di Kecamatan Rengel tampak menghijau pada pagi itu. Di salah satu petak sawah Desa Rengel, Jamilun dan Kastur tengah beristirahat setelah melakukan penyulaman tanaman padi untuk mengganti bibit yang rusak akibat serangan keong sawah.
Pada saat yang sama, Tim Susur Jalur Pipa Yayasan eL-SAL Indonesia melakukan pemantauan rutin di wilayah KP 42+600 hingga KP 43+900 yang melintasi Desa Rengel, Ngadirejo, dan Sumberjo. Selain memastikan kondisi jalur pipa tetap aman, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur pipa.

Hamparan sawah di KP 42+600 sampai KP 43+900 yang menjadi bagian wilayah pemantauan Tim Susur Jalur Pipa Yayasan eL-SAL Indonesia.
Pertemuan yang berawal dari sapaan singkat itu berkembang menjadi diskusi santai di tepi saluran irigasi. Jamilun dan Kastur berbagi cerita mengenai tantangan yang mereka hadapi selama musim tanam, terutama serangan keong sawah dan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang memengaruhi pertumbuhan padi.
“Beberapa tanaman harus kami sulam lagi karena rusak akibat keong sawah. Kalau tidak segera diganti, pertumbuhannya jadi tidak merata dengan tanaman yang lain,” ujar Jamilun.
Mendengar hal tersebut, Tim Susur Jalur Pipa turut berbagi informasi mengenai beberapa alternatif pengendalian hama yang dapat diterapkan petani sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. Salah satunya melalui pengendalian keong sawah menggunakan moluskisida sesuai dosis dan petunjuk penggunaan yang berlaku.
Menurut Syihab, Tim Susur Jalur Pipa Yayasan eL-SAL Indonesia, komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dari kegiatan pemantauan yang dilakukan di sepanjang jalur pipa.
“Saat berada di lapangan, kami tidak hanya memantau kondisi jalur pipa, tetapi juga berusaha mendengar berbagai informasi dan kondisi yang dihadapi masyarakat. Dari komunikasi seperti ini, kami bisa saling berbagi informasi yang bermanfaat untuk budidaya pertanian,” ungkap Syihab.
Bagi Jamilun dan Kastur, diskusi tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman sekaligus memperoleh tambahan informasi terkait penanganan hama yang sedang mereka hadapi.
Pertemuan sederhana di tepi sawah itu menunjukkan bahwa kegiatan susur jalur pipa tidak hanya berfokus pada pemantauan infrastruktur, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dan berbagi pengetahuan dengan petani di sekitar jalur pipa.






